Jumat, 27 Maret 2015

Klarifikasi ^_^

Untuk para pembaca blogspot saya (Semoga aja ada huahahaha)... saya mau mengklarifikasi. Ternyata presepsiku selama ini  tentang blogspot itu salah. Aku kira, jika ingin memposting tulisan di blog, tulisannya harus banyak. Hahahaha..

Tapi ternyata engga. Banyak para blogger yang menulis di blogspot-nya dengan karakter singkat, and theeennn... saya mau ikutan aaah.. jadi setiap kejadian-kejadian yang menarik buat saya, akan saya posting disini. Thanks guys for reading.. wkwkwk

And I hope, ada orang yang setia membaca tulisan-tulisan aneh saya di blog ini. Ahaha. Thanks for your attention guys. Love you :*

Maaf juga kalo sering banget typo. Maklum.. keyboard Gat
ged-ku tak sebesar keyboard laptop ku.. wkwkwkw :'D

Kepoin diah? Ask on ask.fm @diah_ayuningtias

Ngobrol seru bareng diah? Follo twitter
@_diahayu11

Kamis, 26 Maret 2015

Mengertilah Aku

Rasa perih dan sedih terasa ketika orang telah membandingkan ku dengannya. Bukan, bukn karena ku iri. Hanya saja, dia tidak tahu apa yang sesungguhnya ku rasakan.
Mereka selalu mengatakan aku wanita yang jutek. Ya, memang benar. Aku memang wanita yang jutek, kasar, jika berbicara perkataanku terkadang sangat menyakitkan tetapi perkataan itu berdasarkan fakta, gaya berbicaraku juga berbahasa indonesia-nya 'anak gaul'. Mereka mengatakan "pakai kerudung kok kelakuannya pecicilan."

Wahai orang-orang yang baik, ketahuilah bahwa sesungguhnya aku hanyalah orang yang biasa, memang aku adalah seorang muslimah berkerudung, namun bukan berarti wanita berkerudung selalu baik perangainya, terkadang aku pernah merasakan khilaf, terkadang aku pun lebih berdosa daripada pendosa.

Orang selalu beranggapan wanita berkerudung syar'i selalu tinggi ilmunya, namun diri ini ilmunya tidak seberapa. Aku masih seperti wanita yang lainnya, menyukai musik, drama korea, dan sebagainya.

wahai orang-orang yang baik, aku harap kalian mengerti apa yang dirasakan olehku. Akupun terkadang rapuh, mengeluh ketika aku sedang diberi ujian kepada Allah, so janganlah kalian men-judge wanita muslimh yang terkadang menyimpang, ingatkan dia, bimbinglah dia. Sam seperti aku, jika aku melakukan kekhilafan, ingatlah aku dan bimbinglah aku.

Aku melakukan ini, karena aku ingin bertemu dengan kekasihku Rasulullah SAW

Aku melakukan ini, karena kasih sayang Allah yang cukup banyak membimbing aku sampai disini.


Bogor, Maret 2015

Diah Ayuningtias

Rabu, 18 Februari 2015

Ratu Elizabeth-nya Islam

Assalamu’alaikum wr.wb
Semangat Pagi sahabat Circle,
Bagaimanakah kabar kalian? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT ya.. aamiin

Kali ini saya ingin mere-post tulisan di blog yang saya punya. Dipublish sekitar 2 tahun yang lalu.Sebuah percakapan yang sederhana. So, ambil hikmah dan ilmunya ya

Selamat membaca, semoga bermanfaat J

Lelaki non Muslim bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?"

Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?

Lelaki itu menjawab: "Oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."

Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita-wanita kami (kaum Muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya)"

Lelaki non Muslim bertanya lagi :"Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"


Syekh 
tersenyum dan mengeluarkan 2 permen dari sakunya, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi dibiarkan tebungkus. Dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.


Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"

Lelaki itu menjawab: " Yang tertutup "

Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami :) "

Sahabat cricle, dalam percakapan tersebut kita bisa mengetahui bahwa sesunggunya Allah sangat melindungi umatnya terutama kaum muslimin. Kita sebagai kaum muslimin adalah manusia yang beruntung. Karena kita berada dalam lingkaran kemuliaan yaitu agama islam. Islam telah menjaga dan memuliakan wanita. Islam memandang bahwa wanita adalah karunia Allah.

“Agama Islam sangat memperhatikan kebaikan urusan wanita. Bagaimana tidak, karena wanita adalah setengah dari jenis nmanusia, pendidik pertama dalam pendidikan jiwa sebelum yang lainnya. Pendidikan yang berorientasi pada akal agar ia tidak terpengaruh dengan segala pengaruh buruk, dan juga hati agar ia tidak dimasuki pengaruh setan.

Islam adalah agama syariat dalam aturan. Oleh karena itu ia datang untuk memperbaiki kaum wanita, mengangkat derajatnya agar umat islam memiliki kesiapan untuk mencapai kemajuan dan memimpin dunia.” ( Muhammad Thahir ‘Asyur Rahimahullah’ )

Semoga Bermanfaat...



Diah Ayuningtias

Follow Twitter : @_diahayu11

Ratu Elizabeth-nya Islam

Assalamu’alaikum wr.wb
Semangat Pagi sahabat Circle,
Bagaimanakah kabar kalian? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT ya.. aamiin

Kali ini saya ingin mere-post tulisan di blog yang saya punya. Dipublish sekitar 2 tahun yang lalu.Sebuah percakapan yang sederhana. So, ambil hikmah dan ilmunya ya

Selamat membaca, semoga bermanfaat J

Lelaki non Muslim bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?"

Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?

Lelaki itu menjawab: "Oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."

Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita-wanita kami (kaum Muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya)"

Lelaki non Muslim bertanya lagi :"Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"


Syekh 
tersenyum dan mengeluarkan 2 permen dari sakunya, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi dibiarkan tebungkus. Dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.


Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"

Lelaki itu menjawab: " Yang tertutup "

Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami :) "

Sahabat cricle, dalam percakapan tersebut kita bisa mengetahui bahwa sesunggunya Allah sangat melindungi umatnya terutama kaum muslimin. Kita sebagai kaum muslimin adalah manusia yang beruntung. Karena kita berada dalam lingkaran kemuliaan yaitu agama islam. Islam telah menjaga dan memuliakan wanita. Islam memandang bahwa wanita adalah karunia Allah.

“Agama Islam sangat memperhatikan kebaikan urusan wanita. Bagaimana tidak, karena wanita adalah setengah dari jenis nmanusia, pendidik pertama dalam pendidikan jiwa sebelum yang lainnya. Pendidikan yang berorientasi pada akal agar ia tidak terpengaruh dengan segala pengaruh buruk, dan juga hati agar ia tidak dimasuki pengaruh setan.

Islam adalah agama syariat dalam aturan. Oleh karena itu ia datang untuk memperbaiki kaum wanita, mengangkat derajatnya agar umat islam memiliki kesiapan untuk mencapai kemajuan dan memimpin dunia.” ( Muhammad Thahir ‘Asyur Rahimahullah’ )

Semoga Bermanfaat...



Diah Ayuningtias

Follow Twitter : @_diahayu11

Peka dan Selektif


Menulis,

Seseorang yang menulis sebuah artikel, bukan berarti dia adalah penulis profesional. Semua orang berhak untuk menulis. Menulis pengalaman hidup dari narasumber itu sendiri, artikel inspirasi, bagaimana caranya membuat sesuatu, dan sebagainya. Yang membedakan seorang penulis profesional dengan orang yang hobby menulis adalah bagaimana cara dia menulis kerangka tulisan yang kuat, gaya bahasa, judul, paragraf pertama, argumentasi, dan kesimpulan.

Saya pribadi merasa belum pantas untuk dikatakan sebagai seorang penulis, apalagi penulis profesional. Tidak mudah untuk membuat tulisan yang sangat sempurna. Menghasilkan sebuah tulisan yang sempurna, mungkin perlu berkai-kali pengulangan dalam memperbaiki tulisan. Selesai, di perbaiki. Selesai, perbaiki, Berulang-ulang sampai tulisan itu menjadi “sempurna”. Butuh kesabaran yang ekstra. (pengalaman Pribadi hehehe..

Ada seseorang yang mengatakan kepada saya (Teman YTA 4), bahwa jika ingin menulis itu harus peka dan selektif. Saya selalu berusaha bagiamana caranya agar tulisan yang saya buat menjadi tulisan yang dapat menginspirasi  dan memengaruhi seseorang serta menjadi tulisan yang berkualitas bahkan layak untuk diterbitkan di media cetak. Itu yang dinamakan kepekaan seorang penulis. Yang kedua selektif, seperti yang saya bilang sebelumnya untuk menjadi seorang penulis  harus memperhatikan kerangka tulisan, pemilihan gaya bahasa yang baik, judul yang tajam, kekuatan pada paragraf pertama, dan kesimpulan yang tuntas. Itu yang dinamakan selektif.

Dulu saya sering kali mengeluh apabila harus membuat sebuah tulisan. Malas, tidak ada inspirasi, bahkan tidak ada waktu untuk membuat tulisan di laptop. Namun setelah saya renungi, untuk menulis itu bisa dengan apa aja. Tidak harus menggunakan laptop atau komputer. Bahkan ketika kita sedang berpergian, menulis dengan menggunakan tangan pun bisa. Saya harus membiasakan diri untuk menulis. Karena semakin kita banyak berlatih menulis, semakin bertambahlah kemampuan kita. Itu yang saya alami akhir-akhir ini. Butuh kecakapan dalam merangkai kata, agar pembaca bisa memaknai arti tulisan yang ditulis.

Pernah nonton film The Karate Kid ? di dalam film itu, sang tokoh utama Dre Parker berjuang untuk mencari ilmu karate. Walaupun ia tidak pandai, dia mati-matian belajar dan bersabar dalam mencari ilmu. Dan dengan kesungguhannya, akhirnya ia bisa menguasai ilmu karate dan memenangkan turnamen karate. Sama halnya seperti menulis, walaupun kita tidak pandai merangkai kata-kata, jika kita terus belajar dan terus bersabar, keahlian dalam menulis itu akan datang. Itu yang sedang saya harapkan sekarang.

So guys, jangan pernah merasa menjadi orang yang biasa-biasa aja. Jangan merasa menjadi orang yang lemah dalam menulis. Saya orang biasa, saya tidak punya kemampuan menulis, tetapi saya akan berjuang karena dengan ketekunan belajar dan kesabaran InsyaAllah, Allah akan meridhai setiap apa yang kita inginkan J Bukan bermaksud menggurui, tetapi kita sama-sama belajar disini.

 “Keberuntungan akan berpihak kepada mereka yang terus menerus mencoba, terus-menerus belajar, dan terus-menerus berbagi”

 “Menyerah itu bukan menunjukkan besarnya hambatan, tapi itu Cuma menunjukkan bsarnya alas an dan kemalasan”

“Kadang kita belajar, Kadang kita mengajar. Setiap orang adalah murid seekaligus guru. Pandai-pandailah kita memetik pelajaran dari setiap orang dan setiap kejadian.”


“DOA bukanlah senjata cadangan Justru DOA adalah senjata andalan”

-Ippho Santosa-



Diah Ayuningtias

Follow Teitter: @_diahayu11

Yakini Usaha Dan Doamu


Jawaban doa dari Allah :
1.      “Ya” kemudian di berikan apa yang kita keinginan
2.      “Tidak” kemudian diberikan hal yang lebih baik
3.      “Nanti” sampai sesuatu itu siap kita miliki

Dalam kehidupan, mungkin kita sudah pernah mendapatkan ketiga jawaban doa dari Allah. Entah itu keinginan kecil ataupun keinginan besar. Namun, pernahkah sahabat semua selalu mendapatkan jawaban “Ya” atas keinginan besar kita? Mungkin tidak.

Dalam usaha untuk mencapai suatu cita-cita yang tinggi, mungkin sebelum Allah memberikan jawaban “ya” Allah akan memberikan jawaban “Nanti” atau bahkan “Tidak”

“Kegagalan adalah langkah awal untuk mencapai suatu keberhasilan”

Maksud dari pepatah ini menurut penagkapan saya dan cara berpikir saya, bahwa mencapai suatu kesuksesan itu ngga bisa instan. Harus ada perjuangan yang keras, pengorbanan yang besar, dan tentu usaha, Jika kita benar-benar memulainya dari awal (nol). Arti kata sukses itu sendiri tidak bisa didefinisikan dalam satu pengertian.

Sukses itu tidak berarti dia memiliki uanng yang banyak, memiliki jabatan paaling tinggi. Sukses bisa kita artikan sebagai suatu kberhasilan dalam pencapaian sesuatu dimana kita telah berusaha, berjuang untuk mendapatkan keberhasilan, dan kita telah mencapainya. Itu yang dinamakan sukses. Kita ikut UAS di sekolah dan mendapat nilai tertinggi karena perjuangan dan usaha, itu bisa dinamakan sukses.

Kesungguhan dan pengorbanan setiap orang akan berbanding lurus dengan hasil yang ia dapatkan. Jadi, seberapa besar kesungguhan dan pengorbanan kita untuk mendapatkan suatu keinginan, hasilnya akan sesuai dengan apa yang telah kita lakukan. Tetapi, Usaha yang kita lakukan tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan doa. Begitu juga jika kita hanya berdoa namun tidak melakukan suatu usaha, maka hasilnya tidak akan ada artinya. Semuanya saling berkaitan dan memiliki fungsi masing-masing.
 
Pentingnya kita berdoa adalah, karena kita harus yakin bahwa yang menentukan segala hasil dari usaha kita adalah Allah. Dan pentingnya usaha adalah, sebagai bentuk action kita bahwa kita telah bergerak dan berusaha agar bisa mencapai suatu keingingnan dengan sungguh-sungguh.

Man Jadda Wajada ( Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil )

Ingatlah bahwa sesungguhnya Allah tidak pernah tidak memberikan jawaban atas doa hambaNya. Bila kita merasa tidak diberikan jawaban dari Allah, mungkin kita belum bisa menemukan jawaban yang sudah diberikan dari Allah. Sesungguhnya Allah itu memiliki scenario yang sangat indah melebihi scenario yang kita pikirkan. So, jangan pernah ragu dan lelah untuk berusaha dan berdoa kepada Allah SWT guys :)

Usaha tanpa Doa itu sombong
Doa tanpa Usaha itu bohong

“Boleh kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui…” (Qs. Al-Baqarah : 216)



Diah Ayuningtias

Follow Twitter : @_diahayu11



Mari Menjadi Pedengar Yang Baik

Sahabat, kali ini saya mengawali tulisan saya yang sederhana ini, saya ingin mengajukan pertanyaan kepada sahabat semua. Di antara tiga tipe orang yang saya ceritakan, manakah yang paling sahabat sukai.

Pertama, tipe orang ini adalah mereka yang suka memotong pembicaraan orang lain. Jadi, setiap apa yang kita ingin ceritakan kepada orang tipe ini, dan mereka tau apa yang akan kita ceritakan, dengan sekejap mereka langsung memotong pembicaraan yang ingin kita katakana. “Oh,  cerita seperti itu. Aku sudah pernah mendengarnya.  Ada yang lain?”
Apakah sahabat suka orang seperti ini?

Kedua, tipe orang ini suka menengok kekanan kekiri dan tidak fokus mendengarkan pembicaraan yang sedang kita bicarakan. Seringkali dia asyik sendiri bermain gadget-nya menerima chattingan di BBM atau WhatsApp.

Apakah sahabat pernah diperlakukan seperti ini?
Ketiga, tipe orang ini sepenuhnya mendengarkan apa yang kita bicarakan. Mereka mendengarkan pembicaraan kita dengan baik tanpa memotong pembicaraan. Mereka memfokuskan matanya ke wajah kita saat kita sedang berbicara. Terkadang mereka manggut-manggut mendengarkan apa yang sedang kita bicarakan. Seluruh alat komunikasi yang mereka miliki dimatikan ketika sedang berbicara dengan kita. Sesekali keluar kalimat sanjungan yang diberikan mereka sebagai bentuk respon yang baik atas cerita kita.

Pertanyaan saya, diantara tiga tipe ini, mana yang paling sahabat suka? Jika jawaban sahabat orang ketiga, SAYA UCAPKAN SELAMAT. Karena tipe orang ketiga adalah kategori pendengar yang baik

Kenapa kita harus menjadi pendengar yang baik?

Allah memberi kita dua telinga dan satu mulut, artinya kita diperintahkan untuk banyak mendengar dibandingkan berbicara. Namun saat ini, sudah terlalu banyak orang yang hanya banyak berbicara namun sedikit mendengar. Padahal dengan kita bisa menjadi pendengar yang baik, kemungkinan besar kita bisa mempengaruhi orang lain dengan baik.

Karena dengan mendengar, kita tahu bagaimana cara orang-orang menjalani hidup bahagia seperti apa, dengan mendengar kita bisa tahu apa yang diinginkan seseorang untuk menjadi lebih baik, dengan mendengar kita bisa mengoreksi diri sendiri apa yang harus diperbaiki.  Dengan mendengar, tentunya kita bisa menyampaikan pesan kepada orang lain atas apa yang telah kita dengar.
 Tetapi, fenomena banyak berbicara sedikit mendengar sering terjadi pada orang-orang yang sudah merasa hebat, orang-orang yang sudah merasa bahwa dirinya tidak perlu mendengar, sehingga dia lebih senang berbicara daripada mendengar pesan dan saran orang lain.

Maka sahabat, para Trainer Muda dan Inspirator Cerdas Mulia, sebelum kita menjadi pembicara yang baik, alangkah baiknya jika kita bisa menjadi pendengar yang baik. Sifat-sifat dari pendengar yang baik adalah mereka yang memberikan kesempatan orang untuk berbicara tanpa memotong pembicaraan walaupun terdapat beberapa kesalahan didalamnya, tidak terlalu banyak memberikan komentar dan jawaban yang tidak terlalu penting. Memberikan komentar yang sopan dan bijaksana, tidak menyakitkan hati lawan bicara.

Maka tak heran jika, orang yang telah menjadi pembicara yang baik, merupakan seni menaklukan hati para lawan bicara dan tak jarang pula dia disukai banyak orang, terutama yang pernah menjadi lawan bicaranya. Jadi sahabat, mari kita belajar untuk bisa menjadi pendengar yang baik.
Wahai anakku, jika engkau mengikuti pembicaraan ulama, hendaklah engkau lebih banyak mendengar daripada berbicara. Belajarlah menjadi pendengar yang baik, sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Dan janganlah kamu memotong pembicaraan seseorang meski panjang lebar, hingga ia menyelesaikannya sendiri.” 
Hasan bin Ali RA-

Sahabat, yuk mulai dari sekarang, kita belajar untuk menjadi seorang pendengar yang baik.Semoga bermanfaat J


Diah Ayuningtias
follow twitter: @_diahayu11