Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2015

LUNAS

Repost dari blog saya yang satunya,
Semoga bermanfaat ^_^


Assalamu’alaikum sahabat circle, apa kabar?
Semoga selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Pada tulisan kali ini, izinkan saya sedikit menceritakan sebuah kisah, yang mungkin sudah terlalu sering kita mendengarnya. Namun, tujuan saya disini ingin mengingatkan kepada sahabat bahwa kita harus menghormati kedua orangtua kita terutama kepada ibu.
Suatu sore seorang anak kecil menghampiri ibunya didapur yang sedang menyiapkan makan malam. Kemudian anak itu menyerahkan selembar kertas yang tlah ditulisi sebelumnya. Setelah membersihkan tangan, si ibu membaca tulisan di kertas tersebut, yang isinya adalah :
Untuk memotong rumput: $5.00
Untuk membersihkan kamar dalam seminggu: $1.00
Untuk mnemanimu berbelanja: $50
Untuk menemani adik ketika ibu berbelanja: $25
Membuang sampah: $1.00
Untuk mendapatkan kartu keterangan baik: $5.00
Untuk membersihkan dan menyapu halaman: $2.00
Total hutang: $14.75
Dengan baik hati sang ibu memandanginya yang sedang berdiri berjauhan dan dia dapat melihat ibunya tengah mengingat-ingat sesuatu. Kemudian ibunya mengambil pena, lalu membalik kertas tulisannya dan inilah yang ibu tulis:
Untuk Sembilan bulan aku mengandung disaat kamu tumbuh didalam perutku : gratis
Untuk sepanjang malam dimana aku selalu terjaga denganmu, mengobatimu, dan berdoa untukmu: gratis
Untuk semua waktu yang melelahkan dan seluruh air mata yang tertumpah dikarenakan olehmu sepanjang tahun: gratis
Untuk semua malam yang ku lalui dengan ktakutan dan kekhawatiranku atas semua hal yang kuketahui (atasmu): gratis
Untuk semua mainan, makanan, pakaian, dan bahkan untuk menyeka hidungmu: gratis
Ketika kamu menjumlahnya, maka harga dari cintaku adalah : GRATIS
Ketika anak itu selesai membaca apa yang telah ditulis ibunya, air matanya mentes ke pipi. Lalu dia memandang ke wajah ibunya dan berkata “Ibu, sungguh aku mencintaimu.” Lalu kemudian dia mengambil pena dan menulis diatas kertas yang lebar. “LUNAS”
Sahabat cirle, dari cerita diatas mungkin kita pernah merasa bahwa apa yang kita lakukan kepada ibu sudah lebih daripada cukup. Membelikan rumah, membiayai ibu untuk brangkat haji, memberikan kebahagian kepadanya atas prestasi yang kita dapat. Sampai suatu ketika, kita kembali mminta imbalan yang telah kita berikan kpada ibu. Pernah?
Ketahuilah sabahat, dari mulai ketika ibu mendapat kabar bahwa dia telah mengandung kita, mengalami mual-mual, ngidam, sakit pinggang, mulai lemas, badan menjadi lebih besar, dan harus berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan sebuah kehidupan yang baru untuk anaknya, menahan sakit yang sangat mendalam.
Dari Abu Hurairah Z berkata: “Datang seseorang kepada Rasulullah SAW lalu berkata: ‘wahai rasulullah, siapakah yang paling berhak aku temani?” Rasulullah menjawab: “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian bapakmu, kmudian (keluargamu) yang paling dekat dan yang paling dekat.”
Maka dari itu sahabat, janganlah kita menyombongkan diri dan durhaka di hadapan kedua orangtua kita. Allah telah memerintahkan kita untuk berterimakasih kepada ibu dan bapak.
Semoga bermanfaat
Referensi :
Hati yang paling indah, 100 Inspirasi bijak & menggugah.2005

Selasa, 07 April 2015

Satu tamparan untuk 3 pertanyaan

Dapet dari grup, ambil hikmahnya ya sahabat :)


↘ Ada seorang pemuda 👦 yg sekolah di luar negeri kembali ke tanah air.

↘ Sesampainya di rumah, ia meminta kepada orang tuanya untuk mencarikan seorang guru agama, kyai, ustadz, atau siapa saja yg bisa menjawab 3 pertanyaannya.

↘ Akhirnya orang tuanya mencarikan orang yg dimaksud tersebut, yakni seorang kyai 👳

👦 : Anda siapa? Dan apakah anda bisa menjawab pertanyaan2 saya?
👳 : Saya hamba Alloh dan dgn izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan Anda.
👦 : Anda yakin? Sedangkan profesor dan banyak orang yg pintar tdk mampu menjawab pertanyaan saya.
👳 : Saya akan menjawab sejauh kemampuan saya.
👦 : saya ada tiga pertanyaan:
1. Kalau memang Alloh itu ada, tunjukkan wujudnya kepada saya!
2. Apa itu yg dinamakan Taqdir?
3. Kalau syaithon diciptakan dari api, kenapa dimasukkan ke dalam naar yg dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaithon, sebab mereka memiliki unsur yg sama, apakah Alloh tidak berfikir sejauh itu?

↘ Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras..

👦 : (sambil menahan sakit) kenapa anda marah kepada saya?
👳 : Saya tidak marah, Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yg anda ajukan kepada saya.
👦 : Saya sungguh2 tidak mengerti.
👳 : Bagaimana rasanya tamparan saya?
👦 : Tentu saja sakit.
👳 : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
👦 : Ya!
👳 : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu!
👦 : Saya tidak bisa.
👳 : Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan kewujudan Alloh tanpa mampu melihat wujud-Nya.

👳 : Apakah semalam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
👦 : Tidak!
👳 : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
👦 : Tidak!
👳 : Itulah yg dinamakan Taqdir.

👳 : Terbuat dari apa tangan yg saya gunakan untuk menampar anda?
👦 : Kulit.
👳 : Terbuat dari apa pipi anda?
👦 : Kulit.
👳 : Bagaimana rasanya tamparan saya?
👦 : Sakit.
👳 : Walaupun syaithon dijadikan dari api dan naar juga terbuat dari api, jika Alloh menghendaki, maka naar akan menjadi tempat yg menyakitkan bagi syaithon, dan itulah jawaban untuk pertanyaan yang ketiga.

Wallohu A'lam.

Kamis, 02 Februari 2012

Cerpen : Alasan menggukanan Jilbab

Ting..Tong...


Bel sekolah pulang berbunyi...
Indah dan Kintan segera memasukkan buku-bukunya dan pulang.
        "Aku ke Toilet dulu ya ?" Ungkap Kintan


        "jangan lama-lama"


        "iya... tunggu aja di lobi, nanti aku kesitu" kintan menjawabnya sambil menuju ke Toilet.







^^^
        


       "eh , kamu tau ngga ? si Kintan itu selalu ngikutin gayanya si Indah tau, pake jilbab.. Kan Indah cantik, jadi banyak yang suka. Mungkin melalui jilbab Kintan juga biar banyak yang suka. ih.. aku mah gak mau kayak gitu. " salah seorang membicarakan Kintan di Toilet

         "Ah masa, kata siapa ?" temannya

         "ih.. masa kalian ngga nyadar sih ? kamu lihat aja, dia kan selalu mengikuti gayanya. perhatikan saja  jilbabnya, sama-sama panjang, kan itu namanya ngikutin." 




Ketika Kintan mendengar pembicaraan salah satu temannya di dalam kamar mandi, dia berusaha untuk menahan emosinya. Dalam hatinya dia merasa kesal karena telah difitnah.
Setelah tema-teman Kintan keluar dari toilet, Kintan juga ikut keluar dan lari, teman yang membicarakannya melihat Kintan lewat dari toilet, mereka melihat Kintan menangis


         "Mel, itu kan Kintan, dia abis dari toilet. Apa dia tadi denger pembicaraan kamu ? "


         "Iya kali, biarin aja dia tau. Biar dia nyadar dan Intropeksi diri." Ungkap Amel


         "Ih.. Amel, kamu ngga boleh begitu. Belum tentu dugaan kamu bener. Mungkin Kintan pakai kerudung memang udah niatnya. hati-hati kamu Amel ngomongnya."


         "Ih.. iya! iya! bawel deh."




^^^



Di lobi, Indah sudah menunggu lama lantaran Kintan belum datang juga.

         "Ish... Kintan lama banget sih.." ungkap Indah sambil melihat jam tangan berulang-ulan kali.

Tidak lama kemudian, Indah melihat Kintan yang sedang menangis lari keluar gerbang sekolah tanpa memikirkan Indah yang sudah menunggu dia.

          "Loh.. kok Kintan nangis sih ? ada apa ? " Heran Indah


^^^


Dijalan Kintan sambil menghapus air matanya dan sambil berfikir

         "Aku ngga ngerti apa yang mereka omongin tadi. Semua itu hanya fitnah, Aku pakai  jilbab bukan ingin mengikuti gaya Indah supaya teman-teman ikhwan suka sama aku. Aku pakai jilbab emang aku sudah merasa wajib menggunakan jilbab ."

tiba-tiba indah datang mengejarnya..

         "Kintan... huh..huh...huh.." Indah terengah-engah.

         "Indah, maaf aku tadi meninggalkanmu..." dengan suara yang sayup

         "Engga apa-apa, emang kamu kenapa sih ? kok kamu tadi nangis ?"

         "Nanti aja deh, di taman ya.. disini gak enak."


^^^


Di taman Indah mulai penasaran dan mulai menanyakan..

         "kamu kenapa sih nangis ?" Indah semakin penasaran

         "Afwan Indah, sebelmunya aku mau tanya dulu. Kamu pertama kali pakai  jilbab dari kapan sih ?"


         "Oh itu. aku pertama pakai  jilbab dari kelas 2 SD, tapi dulu aku awalnya cuman niat 
karena rambut aku yang pendek. Jadi aku malu. Tapi sekarang aku udah tau ternyata pakai 
jilbab itu wajib dan nyaman buat diri aku. Eamang kenapa sih ? apa ada hubungannya dengan masalahmu saat ini ?"


         "Engga sih, tadi aku ke Toilet, tanpa sengaja aku mendengar suara Amel dan teman-tamannya membicarakan aku. kata dia, aku itu pakai  jilbab  karena aku ingin sepertimu agar para ikhwan suka sama aku. Tapi ini fitnah. Semua itu bohong. Tapi, kamu sebenernya merasa gak sih kalau aku itu selalu ngikutin kamu ? "


         "Aku ngga merasa, tapi kalau kamu mengikuti gayaku untuk kebaikan dan karna Allah Alhamdulillah aku ikut senang karena penampilanku bisa membuat orang berubah menjadi akhwat yang baik. :) "


         "Iya.. aku ini pakai jilbab karena Allah, bukan untuk yang lain. Dan akupun juga sadar dan merasa kalau seorang akhwat itu memang wajib menggunakan  jilbab ." Ungkap Kintan, lalu dia bertanya


          "oh iya Indah, sebenarnya apa sih alasan kamu pakai  jilbab hingga sampai saat ini ? "


        "Aku memiliki 8 alasan memakai jilbab. 
pertama aku menggunakan jilbab karena atas perintah Allah dalam surah Al Ahzab 59 dan An Nur Ayat 31. 
Kedua menggunakan jilbab adalah identitas utama untuk dikenal sebagai muslimah.


Ketiga dengan menunakan jilbab akan terasa lebih aman dari ganguan.


Keempat dengan menggunakan jilbab orang akan menyapaku "Assalamu'alaikum" atau memanggil ku Bu Haji, aku senang karena itu adalah suatu do'a. Jadi gak cuman aman.. do'a pun ada :) . 


Kelima seorang muslimah tidak dilihat dari fisiknya, Kita tidak akan dibilang kurus ataupun gemuk. melainkan dari kecerdasan, karya dan kebaikan hati kita. 


Keenam Dengan berjilbab pada dasarnya wanita telah melakukan seleksi pada calon suaminya. Orang yan tidak memiliki dasar agama yang kuat, akan enggan melamar adis yang berjilbab. 


Ketujuh berjilbab tidak pernah menghalangi untuk maju dalam kebaikan.


Kedelapan/terakhir sorang muslimah yang berjilbab akan merasa lebih merdeka dalam artian yang sebenarnya. maksudnya, coba deh kamu lihat kalo di angkot-angkot, perempan yang menggunakan didalam angkot akan resah menutupi bagian-bagian tertentu tubuhnya dengan menggunkan tas tangan. kalau aku mah naik angkot dengan berbusanan muslimah bisa duduk seenaknya aku. Ayo.. lebih merdeka mana ?   "


"Oh jadi begitu ya ? bener juga sih :)"


"Hahaha.. jadi Kintan pakai jilbab selamanya ya ? Insya Allah aku juga. kan pakai jilbab itu wajib. Kintan juga lupakan masalah yang tadi ya ? itu mah ngga bener. Percaya aja sama Allah, nanti mereka juga pada sadar kok."


"Ok! Ok!  Makasih ya Indah opininya :) aku jadi tambah bersemangat menggunakan jilbab nih... Gak nyesel deh, temenan sama Indah.. Walapun di ceramahin tapi ada manfaatnya. "



"haha... apaan sih kamu ? makasih :) udah yuk pulang, udah hampir setengah jam ngobrol disini."



"yuk!"




dan akhirnya pun Kintan dan Indah pulang. Kintan semakin yakin akan menggukan jilbab, walaupun teman-temannya yang selalu membicarakan Kintan.

teman, tahukah kalian ? Sesungguhnya berjilbab bukanlah satu-satunya indikator ketakwaan, namu berjilbab merupakan amal dari keimanan seorang muslimah.

jadi.. gunakan jilbab semampunya ya :)




Kamis-02-02-2012                                                                                Diah Ayuningtias